Goal - Komite Ad-hoc Reformasi PSSI mengeluarkan pernyataan resmi mereka
terkait hasil beberapa kali rapat yang telah mereka lakukan. Dalam
pernyataan itu, ketua Komite Ad-hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar meminta
agar ada respons positif dari para pemangku kepentingan sepakbola
Indonesia untuk mengatasi permasalahan saat ini.
"Karena jika tidak ada respons positif dari situasi sekarang ini,
saya sangat khawatir status sanksi FIFA terhadap Indonesia akan
ditetapkan di Kongres Luar Biasa (KLB) FIFA nanti. Yang artinya,
malapetaka bagi masa depan sepakbola Indonesia," kata Agum, dalam jumpa
pers di kediamannya, Kamis (4/2) malam.
Menurutnya, jika sanksi itu diputuskan dalam KLB, Indonesia harus
menunggu pencabutannya kembali pada kongres berikutnya. Setidaknya, itu
akan berlangsung selama satu tahun. "Jika ini yang terjadi, saya tidak
sanggup membayangkan apa yang akan terjadi pada masa depan sepakbola
Indonesia," tambah mantan ketua umum PSSI itu.
Maka itu, Agum lewat komite ini meminta kepada seluruh pemangku
kepentingan sepakbola Indonesia, agar segera kembali menjalankan
sepakbola sesuai dengan tatanan dan sistem sepakbola yang benar. Yaitu
menjalankan sepakbola atas dasar prinsip sepakbola universal berdasarkan
Statuta FIFA dan Statuta PSSI.
"Jadi, bukan sepakbola yang dijalankan di luar koridor atau di luar
sistem. Cukup sudah keterpurukan sepakbola Indonesia sampai di sini
saja. Jangan sampai terlambat," tuturnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar